Bermalam di Desa Tertinggi Pulau Jawa

DSC00095

Setelah mendaki Gunung Prau, kami memutuskan marathon menuju Desa Sembungan di kaki Bukit Sikunir dengan maksud melihat sunrise keesokan harinya.

Ketika kami sampai, kabut turun cukup lebat. Keinginan  untuk melihat matahari terbenam bersiluet hamparan bukit kami urungkan. Sayang sekali.

Oleh karena Sikunir tak bisa digunakan untuk mendirikan tenda, maka alternatifnya adalah Telaga Cebong. Memang, rerata mereka yang ingin melihat sunrise bermalam di pinggiran Telaga ini.

DSC00032DSC00096

Usai mengurus registrasi, kami segera berjalan mencari lokasi yang akan digunakan untuk nenda. Udara dingin memaksa kami segera menyelesaikan pekerjaan rumah yaitu mendirikan tenda dan membuat makan malam.

Surya telah berlalu, tanpa permisi kepadaku

Suasana malam di Telaga Cebong begitu sunyi, beberapa warung-warung didekatnya terlihat tutup. Tidak terlihat hilir mudik kendaraan maupun interaksi antar warga. Praktis, hanya kami dan beberapa rombongan tenda lain serta petugas jaga yang ditemui.

DSC00035

Rencana makan malam kami sempat terhambat dikarenakan kompor yang baru kami pinjam di dekat camp Prau mengalami masalah. Alamat ngga bisa makan dan mati kedinginan nih.

Salah satu dari kami kemudian berinisiatif untuk meminjam kompor kepada tenda sebelah, kebetulan ternyata si mas adalah orang yang telah kita temui sebelumnya pada saat pendakian di Gunung Prau.

Malam semakin larut teapi mata tak kunjung menutup. Segala macam posisi telah dicoba namun tak bisa membuat diri terlelap.

Beruntung, bagi kami. Malam itu (meski harus menahan dingin) kami disuguhkan sajian yang jarang kami dapat, yaitu…

DSC00069DSC00076

Pesona Telaga Cebong tak berhenti kala malam pergi, karena pada paginya kami masih disuguhi oleh birunya langit serta sejuknya udara yang tak kami dapat dari Ibukota.

DSC00118DSCN0071DSC00112

Desa Sembungan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 2306 mdpl. Mayoritas warganya berprofesi sebagai petani dengan macam komoditi yang beragam.

Selalu ada jalan bagi mereka yang melakukan perjalanan

Suhu yang dingin juga membuat karakter warganya ramah dan hangat, hal ini dibuktikan ketika kami menuju Desa Sembungan dari pertigaan homestay bu jono dengan berjalan kaki. Ditengah perjalanan kami ditawari tumpangan sekaligus diberi tugas memegang papan.

Well, daripada mesti jalan kaki kurang lebih tujuh kilometer mending bantu pegang papan deh ya.

DSCN9943DSCN0075DSC00143

Mau merasakan dinginnya desa tertinggi di Pulau Jawa dibalut hangatnya keramahan warga? Yuk main ke Sembungan!

***

Hahanote

  • Dari berbagai kota menuju terminal Wonosobo
  • Terminal Wonosobo-Dieng menggunakan mikro bus Rp 15.000
  • Turun dipertigaan homestay bu jono
  • Lanjut menggunakan ojek, atau jalan kaki menuju Sembungan
  • Bayar tiket masuk Desa Sembungan Rp. 0 (nebeng warga Sembungan dg pickup, jadi ngga bayar)
  • Registrasi kemah Rp 10.000/tenda
  • Bawa tripod buat hunting milky way, jangan kebanyakan tidur *peace
  • Warung-warung disekitar Telaga baru buka dinihari
  • Jangan sungkan berinteraksi dengan warga disana, ramah banget. Easy going gitu deh.
Advertisements

2 thoughts on “Bermalam di Desa Tertinggi Pulau Jawa

  1. Aku uda 4 kali ke Dieng dan di sana memang warbiyasak, nagihi pengen sana lagi. Tapi belum pernah sih ke Desa Sembungan, eh atau uda pernah tapi emang ngga tahu nama desanya haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s