Pengalaman Diving Pertama dan Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia

DCIM103MEDIA

Don’t say about life before trying scuba diving.

Celotehan dari salah satu teman saya yang berkata, “Ayo Fauzi, kapan lagi? Yang gini nggak ada di Jakarta!” Seolah menegaskan bahwa air laut yang biru bersih menjadi barang langka di Ibu kota.

Dari sekira lima belas hingga dua puluh orang yang berada di kapal itu, hanya segelintir saja yang memang sudah menekuni kegiatan menyelam ini. Saya termasuk didalamnya, didalam yang belum pernah melakukannya.

DCIM102MEDIADCIM102MEDIA

Kami dikumpulkan diujung kapal untuk mendengar instruksi yang dipimpin oleh Om Acca, instruktur yang akan menemani kami saat turun nanti.

Beliau menjelaskan perihal alat-alat yang digunakan dan macam fungsinya. Selain itu, beliau juga membeberkan beberapa macam teknik menyelam dan salah satu yang saya tangkap adalah teknik ekualisasi.

Ekualisasi adalah teknik penyamaan antara tekanan pada rongga telinga dengan tekanan didalam air. Hal ini bertujuan agar telinga tidak merasakan sakit saat penyelaman berlangsung.

DCIM103MEDIA

 

Lalu tibalah giliran saya untuk turun. Agak nervous dan degdegan juga sih sebenarnya. Oleh karena saya sendiri ngga begitu mahir dalam hal berenang dan baru pada trip ini saya melakukan aktifitas olahraga air, snorkeling dan diving.

Setelah alat selam lengkap terpasang, saya beranjak menuju pinggir kapal. Kemudian diminta untuk melompat dan melangkahkan kaki sejauh-jauhnya.

Byuuuuurrrrr.

Saya seolah berada didunia yang berbeda. Sumfeh.

Satu menit pertama saya mencoba menyesuaikan diri. Bagaimana melakukan ekualiasasi, menggerakan fin pada kaki dan yang terpenting menyadari bahwa saya saat ini bernafas lewat mulut. Intinya mencoba se-nyaman mungkin berada di dalam air.

Semakin kedalam saya sempat merasakan tekanan pada telinga yang mungkin disebabkan belum sempurnanya ekualiasasi yang saya lakukan.

DCIM102MEDIA

Spot penyelaman berada di sekitar Pulau Tinabo Besar, Taman Nasional Takabonerate. Pilihan jatuh kepada area dasar laut berpasir yang tidak banyak ditumbuhi karang. Tapi dalam beberapa kesempatan saya diajak oleh sang buddy melihat  karang-karang dan kerumunan ikan.

Penyelaman yang dilakukan kurang dari lima meter namun sudah cukup bagi saya untuk melihat hilir mudik ikan dan warna-warni terumbu karang di kawasan atol terbesar ketiga didunia ini.

DCIM103MEDIADCIM104MEDIA

 

Meski judulnya adalah fun diving, hal ini tetap menjadi salah satu pengalaman yang menarik sepanjang saya melakukan sebelas hari solo trip di Sulawesi Selatan. Sekaligus menambatkan hati untuk mencoba hal ini kembali dikemudian hari.

Menyelam bisa jadi salah satu daftar kegiatan yang patut dicoba satu waktu. Apalagi negara kita adalah negara kepulauan terbesar didunia dengan luas lautan yang mencakup dua pertiga dari luas wilayah keseluruhan.

Indonesia memiliki banyak spot bagus untuk melakukan penyelaman karena termasuk kedalam kawasan segitiga karang dunia.

Tentunya kegiatan ini harus berada dibawah pengawasan profesional dan yang benar-benar paham akan dunia menyelam ya.

IMGP0171-01

Jadi, kapan kita open water?  :))

 

***

Hahanote

Kontak untuk instruktur diving di kawasan Taman Nasional Takabonerate, Selayar: Om Acca 082188884788

ps. orangnya baik dan suka becanda :))

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman Diving Pertama dan Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s