Sejenak di Leuwi Baliung

Bogor memang dikenal sebagai kota seribu curug. Salah satu curug yang beberapa waktu lalu di sambangi adalah Leuwi Baliung.

IMG_1754Berbekal arahan dari seorang pedagang yang memberitahukan bahwa ada tempat lagi yang lebih sepi dan jernih airnya, gue antusias untuk pergi kesana. Jalan yang dilalui adalah menyusuri pinggiran aliran air, terus keatas.

Dalam perjalanan yang mengharuskan kita untuk turun mencelupkan kaki karena jalannya terputus lantaran bertemu batuan besar atau malah semak belukar. Jadi ya beneran turun melawan arus sungai.

Minimnya informasi berupa petunjuk arah, membuat akses menuju leuwi baliung ini agak sulit. Bahkan, tak ada seorangpun yang ditemui sepanjang perjalanan. Praktis, hanya modal keyakinan dan pernyataan dari pedagang tadi bahwa, “Kalo udah ketemu gubuk jualan, berarti udah deket mas”. Begitu katanya.IMG_1679

 

Udah lama juga ngga jalan jauh. Seinget gue, terakhir jalan jauh dengan durasi setengah jam lebih itu saat gue ke Desa Sembungan. Tiga-empat bulan lalu. Enggak bohong, betis udah gemeter aja ketika beberapa kali dipaksa menahan beban tubuh dengan kondisi track yang licin lagi labilnya tempat untuk berpijak.

Beberapa kali, kami harus melintasi aliran sungai dengan debit air yang berbeda pula. Jadi harus extra hati-hati.

IMG_1677

 

Lambat laun kami melihat bangunan dari bambu sederhana yang bisa disebut sebagai gubuk yang mungkin dimaksud. Tanpa melihat ada penjual dan jualannya. Bersamaan dengan itu, terhampar Leuwi yang kami cari sebagai latarnya. Rasa haru bercampur bau dari peluh atas lelahnya perjalanan yang di tempuh menjadi satu.

Rasanya ingin segera menceburkan diri tanpa melepas pakaian satu-persatu.

DCIM106MEDIA

 

Mengacu pada Wikipedia, Leuwi (dalam Bahasa Sunda) atau Lubuk merupakan istilah geografis yang berarti bagian terdalam dari sungai. Dapat pula berarti cekungan (dalam) di dasar sungai. Aliran air di lubuk biasanya tenang atau bahkan relatif tidak mengalir. Namun, dapat terjadi arus kuat di bagian dasar lubuk jika terdapat arus bawah yang kuat.

Selain bisa berenang (jikalau Anda dapat berenang, dan melawan derasnya arus), bebatuan di sekeliling leuwi ini juga dapat dijadikan untuk ajang jump cliff, cliff jump, ya terserah. Satu hal yang perlu menjadi atensi, pastikan jatuhnya lompat ke arah yang benar. Benar dalam hal kedalaman nya tak terlalu cetek. Dan yang terpenting utamakan faktor keselamatan. Bila sekiranya ragu, sebaiknya nggak usah.

Plis, lo bukan kucing yang punya nyawa cadangan.

DCIM106MEDIADCIM107MEDIA

 

Mungkin karena akses yang lumayan susah dan seperti yang tadi gue bilang, informasi yang minim. Jadi saat itu cuma rombongan gue aja, jadi serasa milik sendiri deh leuwinya.

DCIM106MEDIA

 

Air nya jernih dan seger banget bagi gue yang sengaja ngga mandi sebelum berangkat kesini. Aseli!

 

***

Catatan:

  • Bawa perbekalan, baik itu air minum, makanan ringan maupun berat. Karena ngga ada yang jualan.
  • Perhatikan factor cuaca, jika mendung sebaiknya urungkan. Mengingat debit air yang tetiba bisa membesar.
  • Leuwi Baliung tempatnya enak untuk berlama-lama, jadi diuasahakan dating pagi supaya ga diburu waktu.
  • Pakai sandal gunung, agar memudahkan untuk trekking.
  • Jangan buang sampah sembarangan atau mandi di leuwi dengan sabun dan sejenisnya, be a responsible traveler!

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Sejenak di Leuwi Baliung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s