Loksado, dari CSR Hingga Bambu Rafting

IMG_2324
Photo by @Kevinalegion

Tepat pukul dua belas siang lebih sedikit kami tiba di Meratus Mountain Resort. Gue dan para Risers (sebutan kami para peserta Datsun Risers Expedition), beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan dari Kota Tanjung selama lebih kurang 4 jam.

Menikmati semilir udara yang jarang di dapatkan di tengah Ibukota diselingi riak air dari sungai Amandit yang berada di tepi penginapan, menambah suasana damai yang didapatkan. What a wonderful world.

IMG_2086

Lepas menambatkan beban punggung dan menempati kamar-kamar yang telah disiapkan, kami melakukan makan siang. Candaan sederhana diselingi tawa menambah keakraban yang baru terjalin sehari sesaat di pertemukan di Balikpapan.

Ohiya, event ini merupakan agenda Datsun dalam menggali potensi wisata-wisata yang ada di pelosok Tanah Air. Selain itu, ada agenda lain yang tak kalah penting (tentunya selain sebagai media promosi produk mereka), yaitu kegiatan CSR. Pada kesempatan kali ini kami menyambagi SDN Loklahung yang berada di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

IMG_2112IMG_2159

IMG_2168
Photo by DRE Team

Menariknya, selain donasi berupa dana dan bantuan alat tulis, kami para Risers dituntut untuk melakukan kegiatan berdurasi 20 menit yang tujuannya menginspirasi anak-anak di kaki Pegunungan Meratus ini.

Luckyly, tim gue yang ngga menginspirasi-menginspirasi banget dan tanpa persiapan tertentu kedatangan satu orang yang sangat membantu meramaikan suasana. Ladies and gentleman please welcome:  Miss Scuba International 2011, Dayu Hatmanti.

Jadi kayak ada manis-manisnya gitu tim gue.

Sementara tim kami bermain seraya berdiskusi tentang apa yang mereka cita-citakan, ada tim lain yang bertanya kepada adik-adik tentang berapa jumlah ban mobil dengan cara tak menggurui. Tanpa juga ada esensi.

“Ada yang tahu berapa jumlah ban mobil?

Ban depan ada berapa? Duaaaaaaa

Ban belakang? Duaaaaaaa

Samping kanan? Duaaaaaa

Kiri? Duaaaaaaa

Jadi totalnya delapan ya, dik!”

Menginspirasi dan membodoh-bodohi jadi beda tipis. Iya, maafkan beberapa dari kami ya adik-adik.

IMG_2127Kurang lengkap rasanya jika ke Loksado tanpa melakukan Rafting.

Tidak seperti rafting pada umumnya, peran perahu karet kali ini digantikan oleh sebilah bambu yang dirangkai sedemikian rupa bak menyerupai getek, dengan paduan set layaknya kursi di 3/4 belakang rangkanya.

Mengarungi Sungai Amandit yang dikelilingi oleh hutan belantara yang sesekali diselingi hilir mudik fauna yang ada sepanjang aliran, membuat gue sadar bahwa Kalimantan itu sehakiki-hakikinya hutan. Ya belantara lebat gitu, ijo royo-royo.

Oh fyi, juru kemudi bambu rafting ini merupakan suku Dayak meratus asli bray.

Goksss.

DCIM108MEDIADCIM108MEDIADCIM108MEDIA

Ekspresi dan ekspektasi kami memang tampak seperti apa yang dijelaskan pada foto diatas. Seru, sangat seru bahkan, seru untuk 20 menit pertama.

Karena disisa perjalanan, kami hanya lebih banyak diam. Selain sudah cukup puas dengan stok dokumentasi, ditambah guyuran hujan yang datang menemani. Alhasil kuyuplah kita selama durasi perjalanan sisa yang memakan waktu dua jam.

Tolak angin, here I come.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s