Kebersamaan dalam Pekatnya Kabut Suroloyo

Bersama empat sahabat kala berseragam putih-abuabu gue menerjang pagi sejak pukul tiga demi satu tujuan, matahari terbit di Puncak Suroloyo.

IMG_0803

Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta. Perbukitan setinggi kurang lebih 2000 mdpl ini membentang dari Yogyakarta hingga Jawa Tengah. Dari puncak ini kita dapat melihat Yogyakarta dari atas awan dan bisa melihat kehindahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dari kejauhan terhampar areal persawahan berbentuk terasering menghiasi dinding perbukitan, berpadu mesra dengan lembah dan perdesaan. Nampak pula puncak Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Merapi menyembul di balik gumpalan awan.

Tentu semua hal indah diatas dapat kalian nikmati dengan satu syarat: cuaca mendukung.

IMG_0804

Setelah berkutat dibalik kemudi dengan tanjakan curam dan kelokan tajam serta jurang di pinggirannya belum lagi ditambah penerangan yang terbilang minim, gue dan teman-teman harus berlanjut dengan ratusan anak tangga yang menanti.

Beberapa kali kami harus beristirahat lalu mencuri nafas, selain karena udara dingin yang berhembus, rasanya raga kami belum bisa beradaptasi dengan iklim dingin pegunungan. Produksi oksigen pun agak tersendat.

IMG_0810IMG_0807

Anak tangga ke-19873640 secara tidak langsung  menasbihkan diri kami sebagai Suroloyo Summiters. Bersamaan dengan hal itu sampailah kami di suatu pondokan yang (sayangnya) dihiasi oleh aksi vandalisme tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Alih-alih menemukan papan informasi mengenai objek wisata ini, yang kami lihat malah coretan bertuliskan Munaroh was here, Juleha wasir, dan serupa lainnya. Satu hal yang sangat disayangkan.

IMG_0858

Hampir satu setengah jam kami menanti kemunculan sang surya, namun awan mendung menghiasi tanpa kami harapkan.

Meski begitu, pagi yang kelabu dapat kami buat menjadi cerah ceria dengan beberapa adegan dalam frame. Kami memilih untuk mengabadikan cerita dalam beragam gaya. Mulai dari wefie sampai ala-ala model majalah.

IMG_0854IMG_0838IMG_0843

Ya meski kami ngeyel dan tetap memutuskan mengejar sunrise padahal beberapa hari sebelumnya dua kali salah satu dari kami telah berkunjung kesini kemudian gagal juga, kami tetap fun n’ fine aja.

Sebab terkadang, destinasi bukan merupakan esensi dan tujuan dari sebuah perjalanan. Justru perjalanan itu sendiri yang menjadi esensi merangkap tujuan. Canda tawanya, suka dukanya.

Life is too short to be unhappy.

Advertisements

2 thoughts on “Kebersamaan dalam Pekatnya Kabut Suroloyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s