Kerifan Lokal dari Bukit Selong

Salah satu yang menarik dari sebuah perjalanan adalah bertemu dengan orang baru. Berkenalan, kemudian menjadi travelmate. Beberapa kasus bahkan menjadi lifemate. 

S_5966589226366

Berurutan dari kanan ke kiri. Teman Anggi 1, Rezza, Baiq Anggi Safitri, teman Anggi 2, Danny, Wandi, Chris dan gue yang megang kamera. Kalo yang cewek hafal lengkap ya, Paw.

Hanya Danny (teman kuliah satu jurusan) yang gue kenal karena memang kami melakukan perjalanan dengan menggunakan motor dari Surabaya menuju Lombok. Selebihnya baru pertama kali ketemu saat kita touring bareng ke Sembalun, Lombok Timur.

Bahkan Rezza baru kenalan di tengah perjalanan memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani saat kami sama-sama berteduh kala hujan datang mengguyur kaki Dewi Anjani. Rezza sendiri adalah solo rider dari Bekasi. Faigk banget touring antar planet!

S_5966592769364

Awalnya kami merencanakan untuk menjejakkan kaki ke Bukit Pergasingan lalu bermain air di Air Terjun Mangku Sakti, namun kami urungkan sebab kendala cuaca. Sudah seminggu lebih sang surya tak pernah menampakkan dirinya, selebihnya hanya hujan angin. Dengan beragam pertimbangan, akhirnya haluan kami ubah menuju Bukit Selong.

Di tengah cuaca yang kurang mendukung, perjalanan Kota Mataram-Sembalun ditempuh dalam waktu hampir empat jam. Setelah melalui jalur Tengah yang banyak dilalui kendaraan trans Lombok-Sumbawa, suasana berubah saat memasuki Kawasan Taman Nasional.

Sebelum bertemu Desa Sembalun Lawang, desa dimana Bukit Selong berada, kami terlebih dahulu membelah hutan, bener-bener membelah hutan. Kanan-kiri ga ada lagi warteg. Maka buang jauh-jauh harapan Anda atas seseorang yang akan menyapa, “Karo opo maseee?” Continue reading “Kerifan Lokal dari Bukit Selong”

Merese, yang Terfavorit

Sejenak mari kita beri lambaian tangan pada jajaran pantai dan beri celah untuk salah satu bukit favorit gue di Lombok. Ya setidaknya sejauh yang sudah dikunjungi yaitu Bukit Merese.

S_5966593219463S_5966593914499

Bukit Merese merupakan bukit yang sudah sangat ramai menjadi perbincangan jagat sosial media, khususnya Instagram.

Pemandangannya tak disangsikan lagi, dari atas bukit ini dapat kita lihat manisnya lengkungan senyum dari bibir pantai Kuta dan pantai Tanjung Aan yang mengapit. Serta tentunya gradasi tosca menuju biru tua berurutan hingga Samudera Hindia. Angin semilir yang bertiup di atas juga cocok buat kamu yang mau buat video klip ala-ala. Continue reading “Merese, yang Terfavorit”

Let Me Love You, Selong Belanak

UIOI8966

Iya, gue sangat mahfum jika Anda semua tidak asing dengan foto di atas. Foto yang mejeng di ragam akun sosial media gue miliki. Pose yang tak dibuat-buat bertemu dengan jepretan yang tak disengaja oleh Danny (travelmate selama di Lombok), hasilnya sungguh tak disangsikan lagi.

Memuakkan, bukan begitu?

Namun, di sinilah awal kisah gue berkenalan dengan Lombok. Pantai Selong Belanak adalah labuhan pertama hati ini. Siapa yang tega menyangkal latar perbukitan tumpang-tindih beralaskan pasir putih lebar memanjang beratapkan indahnya langit biru.

Jika boleh menganalogikan dengan seseorang nun jauh disana, ia adalah sosok paras cantik yang sulit ditutupi  keindahannya dan terlalu berisik mengiang dalam benak.

DSCF3388DSCF3378 (2) Continue reading “Let Me Love You, Selong Belanak”

Selayang Pandang: Lombok

Pertengahan Februari lalu secara impulsif Lombok menjadi labuhan hati gue untuk menapak kaki. Melanjutkan kisah untuk berkunjung ke Taman Nasional –minimal– satu kali di setiap tahun. Dan postingan blog bulan ini akan bercerita banyak tentang tempat yang dijuluki pulau seribu masjid.

Bagaimana gue mendapatkan akomodasi cuma-cuma selama lima hari, menyapa Lombok bagian selatan dengan tipikal pantai yang berbeda satu sama lain, bertemu sesama pejalan dari kota lain yang berujung jalan bareng, cerita dari anak-anak desa Sembalun yang tidak bisa pergi sekolah karena seminggu hujan badai dan lain sebagainya.

Continue reading “Selayang Pandang: Lombok”