Bendungan Kampili, Sebuah Keindahan dan Keselarasan

IMG_4280

Sektor pariwisata merupakan salah satu yang tengah berkembang dan banyak di gandrungi oleh masyarakat kita. Seiring dengan taraf hidup yang meningkat, kebutuhan terhadap objek hiburan juga semakin tinggi diantara kompetisi yang datang silih berganti.

Disitulah traveling hadir sebagai obat penawar.

Tak perlu jauh dan merogoh kocek dalam, karena pada praktiknya hal-hal di lingkungan sekitar juga bisa di manfaatkan sebagai sarana pelepas jenuh. Bangunan-bangunan di sekitar seperti bendungan merupakan hal yang jamak ditemui.

IMG_4286IMG_4289IMG_4281

Continue reading “Bendungan Kampili, Sebuah Keindahan dan Keselarasan”

Pengalaman Diving Pertama dan Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia

DCIM103MEDIA

Don’t say about life before trying scuba diving.

Celotehan dari salah satu teman saya yang berkata, “Ayo Fauzi, kapan lagi? Yang gini nggak ada di Jakarta!” Seolah menegaskan bahwa air laut yang biru bersih menjadi barang langka di Ibu kota.

Dari sekira lima belas hingga dua puluh orang yang berada di kapal itu, hanya segelintir saja yang memang sudah menekuni kegiatan menyelam ini. Saya termasuk didalamnya, didalam yang belum pernah melakukannya.

DCIM102MEDIADCIM102MEDIA

Kami dikumpulkan diujung kapal untuk mendengar instruksi yang dipimpin oleh Om Acca, instruktur yang akan menemani kami saat turun nanti.

Beliau menjelaskan perihal alat-alat yang digunakan dan macam fungsinya. Selain itu, beliau juga membeberkan beberapa macam teknik menyelam dan salah satu yang saya tangkap adalah teknik ekualisasi.

Ekualisasi adalah teknik penyamaan antara tekanan pada rongga telinga dengan tekanan didalam air. Hal ini bertujuan agar telinga tidak merasakan sakit saat penyelaman berlangsung. Continue reading “Pengalaman Diving Pertama dan Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia”

Menyambut Fajar di Pelabuhan Bira

 

DSC_0206Pelabuhan Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Jam menunjukkan pukul 06.00 dan terlihat pelabuhan masih jauh dari kata ramai, mungkin bus yang kami tumpangi datang terlalu pagi. Tak terlihat kesibukan yang umumnya di tampilkan pelabuhan.

Saya memutuskan turun untuk sekedar meregangkan tubuh dan menghirup udara pagi setelah menempuh perjalanan selama lima jam dari Makassar.

DSC_0207DSC_0225DSC_0219

Bersamaan dengan langkah kaki menuju dermaga, saat itu pula sang surya mulai menampakkan dirinya. Saya mengambil beberapa take foto. Pemandangan kemunculannya selalu mendapat tempat bagi saya pribadi. Ditemani nelayan yang mulai berkutat dengan kapalnya masing-masing dan diselingi burung yang datang menyapa. Continue reading “Menyambut Fajar di Pelabuhan Bira”