#VisualJourney : Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sejak pertama kali berkunjung kesini, gue udah memiliki keinginan untuk bisa balik lagi.

Melihat matahari menyembul, gulungan awan yang menutup desa, lautan pasir dan savana yang menghampar luas, serta lansekap pegunungan tengger. Lalu, jangan lupakan pula suara gemuruh dari deru jeep yang hilir mudik kemudian silih berganti para penunggang kuda yang memeberi tawaran.

Meski pagi itu kelabu, meski sang primadona tengah berselimutkan abu, gue tetap menikmati pengalaman sebulan lalu. Dirimu, Bromo Tengger Semeru.

DSCF6178 Continue reading “#VisualJourney : Taman Nasional Bromo Tengger Semeru”

Loksado, dari CSR Hingga Bambu Rafting

IMG_2324
Photo by @Kevinalegion

Tepat pukul dua belas siang lebih sedikit kami tiba di Meratus Mountain Resort. Gue dan para Risers (sebutan kami para peserta Datsun Risers Expedition), beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan dari Kota Tanjung selama lebih kurang 4 jam.

Menikmati semilir udara yang jarang di dapatkan di tengah Ibukota diselingi riak air dari sungai Amandit yang berada di tepi penginapan, menambah suasana damai yang didapatkan. What a wonderful world.

IMG_2086

Lepas menambatkan beban punggung dan menempati kamar-kamar yang telah disiapkan, kami melakukan makan siang. Candaan sederhana diselingi tawa menambah keakraban yang baru terjalin sehari sesaat di pertemukan di Balikpapan.

Ohiya, event ini merupakan agenda Datsun dalam menggali potensi wisata-wisata yang ada di pelosok Tanah Air. Selain itu, ada agenda lain yang tak kalah penting (tentunya selain sebagai media promosi produk mereka), yaitu kegiatan CSR. Pada kesempatan kali ini kami menyambagi SDN Loklahung yang berada di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Continue reading “Loksado, dari CSR Hingga Bambu Rafting”

Kisah Permaisuri, Alien dan Kodok

Niat belajar yang telah dikumpulkan seketika buyar sesaat setelah gue salah membuka folder kemudian menemukan foto ini:

IMG_0985

Foto yang diambil di akhir tahun 2015, dimana muka-muka ini sungguh terlihat bahagia karena baru selesai melaksanakan ujiannya masing-masing.

Tolong abaikan si mbak berbaju merah yang tengah berpose dengan tolak pinggang bak model majalah Aneka Yess! sebagai latar. Majalah dengan konten ramalan zodiak, dan tentu saja gue tidak percaya. Karena bagi seorang Capricorn, diharuskan untuk tidak percaya pada ramalan-ramalan tersebut.

….

Kami telah mengagendakan beberapa destinasi di Karanganyar, meski pada hakikatnya hanya Candi Ceto dan kebun teh kemuning saja yang di realisasikan.

Perjalanan dimulai dari Kota Surakarta dengan menempuh jarak sejauh kurang lebih 40 kilometer dimana pada seperempat akhir perjalanan melalui medan menanjak tertutup kabut dan dihiasi doa-doa yang dipanjatkan. Mengingat jurang yang menemani dipinggiran dan meragukannya skill sang driver.IMG_0100IMG_0108IMG_0211

 

Udara dingin sehabis hujan mengguyur menyambut kami ketika memasuki altar pertama kompleks candi. Didahului oleh sambutan para petugas loket yang bertugas memunguti retribusi.

Karena letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu pada 1400-an mdpl, kami bisa melihat hijaunya perbukitan teh dan ladang pertanian warga lainnya dari kejauhan. Dan mungkin hal ini pula yang membuat struktur candi berbentuk punden berundak dan tetap seperti itu meski beberapa kali mengalami pemugaran.

Selain sebgai objek wisata, candi bercorak Hindu ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar atau penduduk setempat sebagai tempat ziarah maupun tempat pemujaan. Continue reading “Kisah Permaisuri, Alien dan Kodok”

Tentang Karapan Sapi dan Pernak-perniknya

Kebudayaan yang melambangkan kebangaan, kekuatan dan kekerasan orang Madura. Hingga dunia lupa jika orang-orang Madura juga lembut disisi lain.

Kutip gue dari kata-kata Si bray.

DSCF6128

Siang itu beberapa orang telah berkumpul di suatu lapangan rumput yang dikelilingi oleh pagar sederhana. Sebagian dari mereka sibuk menurunkan sapi-sapi yang diangkut pada mini truk. Sebagian lain sibuk berbicara satu sama lain, dan sisanya hanya terpaku tanpa tahu apa yang sedang dibicarakan. Itu gue yang sebagian sisanya.

Entah angin apa yang membawa diri memutuskan mengisi libur UAS dengan berkunjung ke Pulau dengan luas 5.168 km persegi ini.

Tapi yang jelas, gue saat ini tengah menikmati salah satu kebanggan dari Madura. Karapan sapi.Boom!

DSCF6095DSCF6098DSCF6104

 

Sebelum di mulai, biasanya sapi-sapi tersebut melakukan serangkaian persiapan. Diantaranya adalah penggunaan keleles. Keleles merupakan alat tempat dimana seorang joki akan duduk dan melakukan pijakan. Continue reading “Tentang Karapan Sapi dan Pernak-perniknya”

#VisualJourney : Prau 2565 mdpl

Banyak momen yang enggak bisa diceritakan lewat kata-kata, enggak bisa dicerna dengan baik jika disajikan secara verbal.

Perlu suguhan visual sehingga sesuatu bisa di delivery dengan baik. Entah lewat gambar ataupun video. Bersamaan dengan itu maka lahirlah segmen baru dalam blog ini, yang akan menyajikan gambar-gambar dari perjalanan gue dalam satu destinasi. Biar nggak bosen cerita melulu.Oke?

And please welcome, ma new segment. #VisualJourney, enjoy!

***

Dengan trek yang relatif tidak terlalu sulit untuk pendaki pemula, ketinggian yang tak terlalu tinggi, akses yang mudah untuk kesana namun pemandangan yang di sajikan sungguh memesona.

Bukit teletubbies, bunga daisy dan atraksi utama dari sang mentari dengan latar Sumbing-Sindoro adalah yang ditawarkan. Apabila malam cerah, dengan sedikit keberuntungan, galaksi bima sakti akan terhampar. Such a perfect combination!

DSC00032 Continue reading “#VisualJourney : Prau 2565 mdpl”

Sejenak di Leuwi Baliung

Bogor memang dikenal sebagai kota seribu curug. Salah satu curug yang beberapa waktu lalu di sambangi adalah Leuwi Baliung.

IMG_1754Berbekal arahan dari seorang pedagang yang memberitahukan bahwa ada tempat lagi yang lebih sepi dan jernih airnya, gue antusias untuk pergi kesana. Jalan yang dilalui adalah menyusuri pinggiran aliran air, terus keatas.

Dalam perjalanan yang mengharuskan kita untuk turun mencelupkan kaki karena jalannya terputus lantaran bertemu batuan besar atau malah semak belukar. Jadi ya beneran turun melawan arus sungai.

Minimnya informasi berupa petunjuk arah, membuat akses menuju leuwi baliung ini agak sulit. Bahkan, tak ada seorangpun yang ditemui sepanjang perjalanan. Praktis, hanya modal keyakinan dan pernyataan dari pedagang tadi bahwa, “Kalo udah ketemu gubuk jualan, berarti udah deket mas”. Begitu katanya. Continue reading “Sejenak di Leuwi Baliung”

Snorkeling di Tengah Kota, Siapa Mau Coba?

DCIM107MEDIA

Kegiatan snorkeling dan diving lazimnya yang dilaksanakan ditengah laut bisa kalian lakukan di tengah kota, percaya? Gue juga enggak…….awalnya.

Berhubung bertepatan dengan libur akhir tahun, jarak yang kurang lebih 40 kilometer dari Jogjakarta ditempuh selama hampir dua jam menggunakan mobil. Melewati Jl.Solo-Yogya dengan kondisi padat.

DCIM107MEDIA

 

Kesan pertama masuk ke dalamnya adalah pesimis. Pesimis gue nggak kebagian tempat buat renang melihat geliat wisatawan yang bejibun memadati kolam berukuran 50×25 meter persegi dengan kedalaman 2,5 meter.

Well, there’s no turning back.

Jauh-jauh dari Jogja masa mesti balik lagi hanya karena jiper lihat pengunjung yang mbludak. Kuy lah, yakali gak kuy! Continue reading “Snorkeling di Tengah Kota, Siapa Mau Coba?”

Cerita dari Tahun Lalu

Menjadi salah satu tahun yang berkesan, 2015 membawa banyak cerita bagi gue. Tak ayal jika banyak momen yang masih terngiang dan terekam jelas dalam benak pikiran. Berikut beberapa diantaranya:

Melakukan Pendakian

DSCN9167
Menuju 3145 mdpl

 Merbabu memberi kesan baik bagi pengalaman pertama gue mendaki gunung. Selain pemandangan sabana hijau yang luas, Merapi yang berdiri kokoh turut menambah pesona kala itu.

DSCN9223
Merapi dari Merbabu

 

Malam Bertabur Bintang

DSC00062
Ini no filter lho

Selain karena posisi tidur yang ngga teralaskan dengan matras (karena ketersediaan yang minim), udara dingin yang terhempas sepanjang malam bikin gue tetap terjaga. Beruntung, malam itu terhampar lukisan Sang Pencipta. Amazing!

DSC00077
Negeri Para Dewa, Dieng Plateu

 

Hitchiking, anyone? 

“Mau kemana? Ayo naik, gratis!” Penggalan kalimat satu nafas yang dilontarkan seorang sopir bagai oase ditengah gurun. Gimana enggak, perjalanan yang seharusnya kami tempuh selama dua jam menjadi hanya sekira dua puluh menit aja.

DSCN9943
Lebih baik pegang papan daripada harus jalan, dalam perjalanan menuju Desa Sembungan

Continue reading “Cerita dari Tahun Lalu”

Pengalaman Diving Pertama dan Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia

DCIM103MEDIA

Don’t say about life before trying scuba diving.

Celotehan dari salah satu teman saya yang berkata, “Ayo Fauzi, kapan lagi? Yang gini nggak ada di Jakarta!” Seolah menegaskan bahwa air laut yang biru bersih menjadi barang langka di Ibu kota.

Dari sekira lima belas hingga dua puluh orang yang berada di kapal itu, hanya segelintir saja yang memang sudah menekuni kegiatan menyelam ini. Saya termasuk didalamnya, didalam yang belum pernah melakukannya.

DCIM102MEDIADCIM102MEDIA

Kami dikumpulkan diujung kapal untuk mendengar instruksi yang dipimpin oleh Om Acca, instruktur yang akan menemani kami saat turun nanti.

Beliau menjelaskan perihal alat-alat yang digunakan dan macam fungsinya. Selain itu, beliau juga membeberkan beberapa macam teknik menyelam dan salah satu yang saya tangkap adalah teknik ekualisasi.

Ekualisasi adalah teknik penyamaan antara tekanan pada rongga telinga dengan tekanan didalam air. Hal ini bertujuan agar telinga tidak merasakan sakit saat penyelaman berlangsung. Continue reading “Pengalaman Diving Pertama dan Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia”

Menyambut Fajar di Pelabuhan Bira

 

DSC_0206Pelabuhan Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Jam menunjukkan pukul 06.00 dan terlihat pelabuhan masih jauh dari kata ramai, mungkin bus yang kami tumpangi datang terlalu pagi. Tak terlihat kesibukan yang umumnya di tampilkan pelabuhan.

Saya memutuskan turun untuk sekedar meregangkan tubuh dan menghirup udara pagi setelah menempuh perjalanan selama lima jam dari Makassar.

DSC_0207DSC_0225DSC_0219

Bersamaan dengan langkah kaki menuju dermaga, saat itu pula sang surya mulai menampakkan dirinya. Saya mengambil beberapa take foto. Pemandangan kemunculannya selalu mendapat tempat bagi saya pribadi. Ditemani nelayan yang mulai berkutat dengan kapalnya masing-masing dan diselingi burung yang datang menyapa. Continue reading “Menyambut Fajar di Pelabuhan Bira”